Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin Melaksanakan Tindakan Administratif Keimigrasian (DEPORTASI) terhadap 2 (dua) Orang Wn. Yunani

Sabtu 1/02/2020 Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin memberikan Tindakan Administrasi Keimigrasian terhadap 2 (dua) Warga Negara Asing berkewarganegaraan Yunani berinisial TD dan DV yang melakukan pelanggaran Keimigrasian sesuai Pasal 75 Undang-Undang No 6 tentang Keimigrasian.

Bapak Gelora Nusantara selaku Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin menyampaikan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap seluruh aktifitas Warga Negara Asing khususnya yang berada di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin, baik di Kabupaten Tanah Bumbu maupun di Kabupaten Kotabaru.

Menanggapi arahan tersebut Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Bapak Anggoro Widy menindaklanjuti dengan melakukan Pendeportasian terhadap 2 (dua) Warga Negara Asing Yunani tersebut yang terbukti telah melakukan pelanggaran Keimigrasian sesuai dengan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Dari hasil temuan kasus tersebut Petugas yang ditunjuk melaksanakan Pendeportasian ke TPI Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten, melalui Bandara I Gusti Sjamsir Alam Kotabaru ke Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin selanjutnya menuju Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten. Petugas yang ditunjuk berangkat dari Kabupaten Kotabaru pukul 07.45 Wita dan sampai di Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.50 Wib. setelah sampai di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta Petugas berkordinasi dengan Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta yang pada saat itu ditemui oleh Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta. Setelah proses Administrasi Keimigrasian selesai 2 (dua) Warga Negara Asing tersebut di deportasi menggunakan Pesawat BATIK AIR ID 7157 untuk keluar dari wilayah Indonesia pada pukul 18.30 Wib.

Pelanggaran Keimigrasian dalam kasus ini diberikan dikarenakan “2 (dua) Orang Wn. Yunani tersebut sudah tidak lagi memiliki izin tinggal yang sah dan masih berlaku untuk tinggal dan melakukan kegiatan di Indonesia”, ungkap Anggoro Widy Utomo.

Editor : Anggoro